From: pariwisataku@yahoogroups.com [mailto:pariwisataku@yahoogroups.com] On Behalf Of Tjandra Kurniawan
Sent: Monday, February 11, 2013 5:31 AM
To: pariwisataku@yahoogroups.com
Subject: [ ASPPI – Tourism Soldier ] Pengusaha-pengusaha yang Gagal di Bisnis Penerbangan

Kawan, sekedar sharing wawasan agar pengusaha travel tidak gegabah saat memasuki bisnis airline.

Salam
Tjandra Kurniawan

Secr.Gen. to EJTPB (BPPD-JATIM)

Pengusaha-pengusaha yang Gagal di Bisnis Penerbangan


Bangkrutnya maskapai penerbangan Batavia Air semakin memperteguh anggapan bahwa angkutan udara bisnis ini memiliki risiko yang sangat besar. Ketatnya persaingan disertai ketentuan ketat dan permodalan besar menuntut pengelola bisnis ini harus pintar mencari celah untung.

Telah banyak pengusaha bahkan mantan presiden yang mencoba peruntungan dalam bisnis padat modal ini, namun akhirnya harus rela melikuidasi perusahaan.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, saat diwawancarai Liputan6.com menilai ada banyak hal yang menyebabkan banyak maskapai nasional bertumbangan. “Ini terjadi meski industri penerbangan nasional sedang tumbuh,” ujar dia.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah para pengusaha yang gagal meretas bisnis di industri penerbangan nasional

1. Air Wagon Internasional Airline (Awair)
Pendiri: Abdurrahman Wahid dan 4 orang lainnya

Kurang dari sebulan sebelum pengangkatan dirinya sebagai Presiden RI ke-4 di Indonesia, Abdurrahman Wahid atau tenar dikenal Gus Dur tiba-tiba mencoba peruntungannya di bisnis penerbangan.

Gusdur bersama empat orang pendiri lainnya membangun maskapai penerbangan Air Wagon Internasional Airline (Awair). Banyak pihak yang memelesetkan singkatan tersebut menjadi Abdurrahman Wahid Air. Maskapai ini memperoleh izin dari Departemen Perhubungan pada 2000.

Sejak dipastikan melenggang sebagai orang nomor satu di Indonesia, Gus Dur memilih mundur dari Awair dan menyisakan empat orang pendiri dalam jajaran perusahaan. Enam bulan setelah Gus Dur muncur, langkah yang sama diambil pendiri lainnya. Otomatis daftar pendiri Awair tinggal tersisa tiga orang.

Maskapai penerbangan ini pun hanya bisa melayani pengguna jasa angkutan udara selama setahun sejak memperoleh izin. Awair akhirnya terpaksa menghentikan operasional bisnisnya.

Berbeda dengan maskapai lain, nasib beruntung menaungi Awair yang diambil alih oleh Air Asia. Investor baru ini pun mengubah orientasi bisnis perusahaan menjadi maskapai penerbangan berbiaya rendah dan mengganti nama Awair menjadi PT Indonesia Air Asia.

2. Sempati Air
Pemegang Saham: Tri Usaha Bhakti, Nusamba (Bob Hasan), Humpuss (Hutomo Mandala Putra)

Perusahaan yang awalnya hanya angkutan sewaan untuk pekerja Migas ini menjelma menjadi maskapai penerbangan kelas atas terhitung sejak 1989. Hal ini tak terlepas dari langkah ekspansif perusahaan yang mendatangkan 6 pesawat baling-baling F-27. Setahun kemudian pemerintah memberikan izin kepada Sempati untuk menambah pesawat jet.

Nama Sempati diambil dari nama manusia elang raksasa, kakak dari Jatayu. Dimata banyak orang, Sempati dianggap akronim sindiran ‘Sembilan Panglima Tinggi’ karena merupakan usaha penerbangan charter dari PT Tri Usaha Bahkti (Truba) dari Yayasan Kartika Eka Paksi yang tak lain adalah milik pimpinan tinggi Angkatan Darat.

Semula pemilik saham Sempati dikuasai oleh tiga pihak yaitu Nusantara Ampera Bakti (Nusamba) lewat tokohnya Bob Hasan yang memiliki 35%, Truba (40%), dan Humpuss (25%). Masuknya Asean Aviation Inc (AAI) membuat porsi saham ketiga pemilik bisnis ini menciut.

Disebut-sebut salah satu pemegang saham Sempati adalah putra mantan presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang berposisi sebagai presiden komisaris.

Ambisi untuk menjadi maskapai penerbangan terbesar Indonesia mulai menunjukan gejala kurang menggembirakan ketika perusahaan batal menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) pada 1996. Tumpukan utang ditambah ketidakberesan kinerja keuangan membuat Sempati makin limbung di tengah ketatnya persaingan bisnis.

Badai besar melanda Sempati ketika Indonesia terserang krisis moneter parah pada 1997. Berbagai efisiensi dengan menghilangkan layanan inovasi khas Sempati membuat konsumen loyal kabur.

Anjloknya kurs rupiah hingga Rp 17 ribu per dollar AS dari sebelumnya di kisaran Rp 2.000 membuat pendarahan pada kinerja keuangan Sempati. Maklum penerimaan yang diterima perusahaan dalam bentuk rupiah sementara utang yang harus dibayar menggunakan denominasi dolar AS.

3. Adam Air
Pendiri: Sandra Ang, Agung Laksono,
Pemegang saham: Sndra Ang, Adam Suherman (hingga 2007) dan Harry Tanoesudibjo lewat PT Bhakti Investasma hingga 2008

Tak ada maskapai yang paling diingat masyarakat Indonesia akibat kecelakaannya selain Adam Air. Pada 1 Januari 2007, sebanyak 96 penumpang dan 6 awak hingga saat ini masih hilang akibat kecelakaan pesawat di perairan Majene, Sulawesi Barat.

Usai kecelakaan besar tersebut, nasib Adam Air seolah sedang menuju kebangkrutannya. Pada 18 Maret 2008, izin terbang dicabut Departemen Perhubungan yang menyatakan Adam Air tidak diizinkan lagi menerbangkan pesawatnya berlaku efektif mulai pukul 00.00 tanggal 19 Maret 2008. Sedangkan AOC (Aircraft Operator Certificate)-nya juga ikut dicabut pada 19 Juni 2008, yang berarti mengakhiri semua operasi penerbangan Adam Air.

Bernama resmi, PT Adam SkyConnection Airlines, Adam Air didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, mantan Ketua DPR RI. Maskapai ini mulai resmi beroperasi pada 19 Desember 2003.

Munculnya berbagai insiden dan kecelakaan maskapai penerbangan di Indonesia menjadi mimpi buruk bagi Adam Air. Hasil pemeringkat Departemen Perhubungan menempatkan Adam Air pada peringkat II yang berarti hanya memenuhi syarat minimal keselamatan.

Akibatnya, Adam Air mendapat sanksi administratif yang ditinjau ulang kembali setiap 3 bulan. Setelah tidak ada perbaikan kinerja dalam waktu yang ditetapkan, Air Operator Certificate Adam Air kemudian dibekukan.

Adam Air sebetulnya berpeluang diselamatkan ketika April 2007, PT Bhakti Investama melalui anak perusahaannya Global Air Transport membeli 50% saham Adam Air dari keluarga Sandra Ang dan Adam Suherman. Sayang tak adanya perbaikan keselamatan dan transparansi membuat anak perusahaan dari Harri Tanoe Sudibjo ini menarik seluruh sahamnya pada 14 Maret 2008.

4. Bouroq Indonesia Airlines
Pendiri dan Pemegang saham: Jarry Albert Sumendap

Maskapai penerbangan yang berdiri sejak April 1970-an memiliki pusat operasional di Jakarta dan Balikpapan. Bouroq merupakan perusahaan penerbangan yang didirikan oleh JA Sumendap berambisi menjadi maskapai yang mampu menghubungkan Kalimantan dengan beberapa daerah lain di Indonesia.

Untuk menambah kekuatan bisnisnya, Sumendap juga memiliki maskapai penerbangan lain Bali Air yang menjalin kerjasama dengan Bouroq.

Berkekuatan armada Douglas DC-3s dan turboprop Haweker Siddeley HS 748, Bouroq dan Bali Air mampu melayani penerbangan domestik. Sayang krisis keuangan yang melanda membuat kedua maskapai ini menutup operasionalnya pada 2005.

Penerbangan terakhir Bouroq berlangsung pada Juli 2005 dan pada 2007 izin penerbangan Bouroq dicabut otoritas berwenang.

5. Linus Air
Pendiri: Julius Indra

Linus Airways adalah salah satu maskapai penerbangan regional Indonesia. Maskapai ini melayani beberapa kota di Indonesia antar lain Pekanbaru, Medan, Semarang, Palembang, Batam dan Bandung. LINUS sendiri merupakan kependekan dari “Lintasan Nusantara”. Linus Airways berbadan hukum perseroan PT Linus Airways sejak 1 Juni 2004 ini, baru mengantongi izin terbang (Air Operator Certificate/AOC) no 121-029 dari Departemen Perhubungan sejak 13 Februari 2008.

Dikarenakan alasan kesulitan likuiditas maka terpaksa pemerintah secara resmi telah mencabut izin rute Linus Air, sehingga menghentikan layanannya sejak 27 April 2009.

Berbekal pengalaman sebagai pencarter, Indra mengibarkan bendera Linus (Lintas Nusantara) Airways dengan modal sekitar Rp 100 miliar. Menyadari tidak punya pengalaman di bisnis ini, Indra mengajak beberapa orang yang punya jam terbang bergelut di bisnis penerbangan. Beberapa nama yang diajaknya mendirikan Linus, antara lain: Capt. D. Andhika R. (Direktur Pengelola), Harry Priyono (Direktur Komersial), Capt. Tutang dan Hari Subowo (Direktur Teknik). Tiga nama pertama merupakan mantan eksekutif pentolan di Sriwijaya Air.

6. Jatayu Gelang Sejahtera (Jatayu)
Pendiri: Wienardi Lie (CEO Trophy Tour & travel)

Jatayu Gelang Sejahtera atau Jatayu Airlines merupakan salah satu maskapai penerbangan yang memanfaatkan kesempatan dibukanya keran investasi di sektor ini. Berbasis di Jakarta, Jatayu melayani penerbangan domestik dan internasional sejak 2000.

Sayangnya ketidakmampuan perusahaan memenuhi sejumlah kualifikasi keselamatan penerbangan, memaksa pemerintah mencabut izin terbang atau AOC pada 26 Juni 2007. Departemen Perhubungan sebetulnya telah memberikan tenggat waktu 3 bulan agar perusahaan masih bisa merestrukturisasi bisnisnya.

Namun hingga batas waktu yang diberikan, Jatayu bersama tujuh maskapai lainnya gagal memenuhi ketentuan yang diminta.

7. Batavia Air
Pendiri: Yudiawan Tansari

Batavia Air memulai bisnisnya sejak tahun 2002. Yudiawan Tansari merupakan pemilik dari perusahaan yang bermula dari bisnis keluarga tersebut. Sejak saat itu, Batavia terus berkembang menjadi maskapai penerbangan domestik dan tumbuh siginifikan.

Sebelum mendirikan maskapai penerbangan Batavia, Yudiawan sebetulnya telah berkecimpung dalam dunia penerbangan dengan mendirikan perusahaan jasa travel, PT Setia Sarana Tour & Travel pada 1973. Berbekal pengalaman selama dua dekade ini, Yudiawan memutuskan untuk masuk dalam bisnis penerbangan.

Pada 2006, Yudiawan sebetulnya telah memiliki rencana untuk menjual bisnis keluarganya tersebut. Namun hasrat tersebut diurungkan.

Seiring waktu, Batavia sebetulnya berpeluang untuk menjual bisnisnya setelah raksasa penerbangan murah asal Malaysia, Air Asia, berminat membeli 100% saham perusahaan. Sayangnya pada Oktober 2012, Air Asia Berhad dan mitranya PT Fersindo Nusaperkasa memutuskan membatalkan rencana pembelian saham Batavia. Air Asia memilih untuk mengajak kerjasama operasional dengan perusahaan tersebut.

Kendati masih bisa beroperasi beberapa tahun, kesulitan keuangan dan makin ketatnya persaingan membuat operasional Batavia Air makin pincang. Puncaknya terjadi ketika International Lease Finance Corporation (ILFC) mengajukan gugatan pailit PT Metro Batavia ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Palu hakim akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan tersebut. Batavia mungkin takkan lagi terlihat di langit nusantara.(Shd)

Sumber : http://www.detik.com
# Alhamdulillah

Iklan

setting original call forwading langsung meneruskan panggilan masuk, ada kalanya kita perlu memforward dengan kondisi tertentu saja

iPhone is considered as a revolutionary mobile phone. May be it’s too revolutionary that it lacks some very basic features. Some iPhone users (including my wife) complain about the absence of conditional call forwarding feature (which can be found in most mobile phones):

Call forward if busy – Forward incoming call to another number if you’re on call
Call forward if not answered – Forward the incoming call to another number if it is not answered for a predefined period of time
Call forward if not reachable – Forward incoming call to another number if the phone is off or without signal

iPhone allows you to setup basic call forwarding to direct all calls to another phone number. However, it doesn’t provide any interface to setup “Call forward if busy” and other conditional call forwarding.

Despite the lack of user interface on iPhone to activate conditional forwarding, you can use the so-called “Call Forwarding Code” to activate it. Here are the tricks:
Activate Call Forwarding

Setup call forwarding when busy
To setup “Call forward if busy”, simply dial *67*[another phone number]# and tap “Call”

To setup “Call forward if not answered”, simply dial *61*[another phone number]# and tap “Call”

To setup “Call forward if unreachable”, simply dial *62*[another phone number]# and tap “Call”
Deactivate Call Forwarding

To deactivate “Call forward if busy”, simply dial #67# and tap “Call”

To deactivate “Call forward if not answered”, simply dial #61# and tap “Call”

To deactivate “Call forward if not reachable”, simply dial #62# and tap “Call”

You do not need to remember all these codes. Say, you usually use “Call Forward if busy”, save the number as a new contact. Next time, when you need to activate call forwarding, just look up that contact and dial the number.

Setup call forwarding as a new contact

Note: The above codes should work with most GSM networks. If it doesn’t work, please further check with your carrier. For AT&T user, you can also check out the details here.

sumber : http://www.simonblog.com/2009/08/03/iphone-tip-how-to-use-conditional-call-forwarding/

*wifi booster
WiFi Booster is a tweak for the Settings app that enhances the Wi-Fi networks list to display all networks in range by removing the signal level limit.

This allows you to connect to as many networks as a WiFi scanning app would see, e.g. WiFiFoFum, directly in the Settings app. Sometimes the number of networks available is increased by over 100%!

The network list item has also been enhanced to show the BSSID (AP MAC address) and RSSI (signal level) for each network.

No new icons are added to your homescreen. Enhancements are for the Settings app’s Wi-Fi Network list.

*WeeKillBackground Pro for iPhone
Close all running apps from Notification Center. A single tap closes all apps that are running in background and removes them from the app switcher, saving RAM and possibly battery life. Also you won’t need to manually remove every app by tapping the red minus on every icon.

WeeKillBackground speeds up using your device and makes clearing the switcher easier than ever! Closing all apps isn’t the only feature, heres a list of the main features:
– Add apps to except from closing
– Customize the button label text, font, color and size
– Fully customizable background with custom image
– Dismiss NotificationCenter when finished closing apps
– Close the apps when the NotificationCenter has appeared/disappeared
– Close Apps every X minutes (adjustable from 0.5 to 120 minutes)
– Full iPad support
– & more!

*FolderEnhancer
Enhance native folders in iOS!

iOS 4 brought with it the ability to put apps and bookmarks into folders.
Unfortunately, the implementation is quite limited.
FolderEnhancer takes this feature and improves upon it,
making it a viable solution for organizing and accessing your apps.

*iCleaner
The ultimate iPhone cleaning app! It removes unnecessary files from your device. Launch it from the springboard to cleanup, or from any terminal app for more info, functions and settings configuration. Command: “iCleaner” (you must be root to run it). For a detailed explaination of how it works, please use the built-in “More Info” function (terminal only) or visit Developer’s Page link further below

*UnlimTones
The only Ringtone App you will ever need! UnlimTones now lets you make custom ringtones and sms tones from your iPod-DRM FREE-music and puts them directly into your settings.
Enjoy!

Everyone Loves Ringtones but paying upwards of $5 for a 30 second music clip is a drag. With this app you can download ringtones straight from Audiko.net into your ringtones folder so you no longer have to download ringtones separately through cydia or pay for them.

To Download Ringtones simply click on the Ringtone you want and click the Green Preview Button and the Ringtone will start to download.

ardhi@tentangbali.com

1 Insanelyi Cydia Source/Repo Insanelyi  
http://repo.insanelyi.com
– Best source for cracked Cydia apps and Cydia (Cydia Store apps).
> Main Apps: AppSync [Must Have Cydia App], AndriodLock XT, Barrel, biteSMS, frash, Graviboard, Gridlock, iAcces, , Infiniboard, Infinidock, Infinifolders, Masks, , My Wi and many more.
– Excellent source for cracked Cydia themes and games DLC.
2 HackYouriPhone Cydia Source/Repo HackYouriPhone Source
http://repo.hackyouriphone.org
– Best source for cracked and
> Main Themes: Amplified HD, BoxorHD, , Glass Orb, iFlat, iNitsua Z SD/HD/i, , Omega HD, Prestige-HD/SD,  and many more
– Excellent source for cydia apps/tweaks as well.
3 SinfuliPhone Cydia Source/Repo SinfuliPhone Source 
http://sinfuliphonerepo.com
– Excellent source for cracked Cydia apps/themes: e.g. AndroidLock, Attachment Saver, FaceBreak, GameBoy emulator, iBlueNova, iRealSMS, My3G, MyWi, and NES emulator.
4 xSellize Cydia Source/Repo xSellize Source / Repo
http://apt.xsellize.com
– Excellent source for cracked Cydia Store apps/themes: e.g. Cycorder, FBUploader, , , Speed Intensifier and many more.
– May cause Cydia loading errors
5 iHacksRepo Cydia Source iHacksRepo
http://ihacksrepo.com
– Huge source for free Cydia apps and Cydia tweaks.
> Main Apps & Tweaks: Color Keyboard, iAP Cracker, iProtect, iWank, Lockdown Pro, MewSeek, , RetinaPad, Springtomize 2,  and many more.
– Excellent source for Cydia themes
6 iAP Cracker Cydia Source/Repo Official Repo/Source
http://cydia.myrepospace.com/urus
May cause Cydia loading errors! you may find the latest version of iAP Cracker in Insanelyi source or HackYouriPhone repo
7 BiteYourApple Cydia Source/Repo BYA (BiteYourApple)
http://repo.biteyourapple.net
– Excellent Italian source for Cydia apps/themes, e.g. Full Screen for Safari, GroupSMS,Home Page in Safari and Wifi Sync.
8 51iPA Cydia Source/Repo 51iPA Source
http://cydia.51ipa.com
– Chinese source, known as the best source for games DLC/Cheats worldwide.
9 iHackstore Cydia Source/Repo iHackstore Repo/Source
http://ihackstore.com/repo
– Good source for Cydia apps & themes

http://ipad-os.net/cydia/cydia-sources/

iOS 6 Sudah Bisa Untethered Jailbreak!

05.02.2013 by mhzhafizh  –  650 Views 0 Comments

Untuk pertama kalinya iPhone 5 bisa untethered jailbreak setelah rumor yang mengatakan bahwa perangkat tersebut tidak dimungkinkan untuk di-jailbreak. Dengan kemampuan tersebut, bisa dibilang para pengguna iOS 6 bagaikan telah keluar dari penjara Apple. Hal tersebut seperti yang dinyatakan oleh Planetbeing pada akun Twitternya di bawah ini:

Para pengguna Linux, Windows, Mac melalui software dari evasi0n dapat meng-untethered jailbreak perangkat mereka yang menjalankan iOS 6.x. Adapun proses jailbreak tergolong mudah, hanya dengan menghubungkan smartphone premium tersebut ke komputer dan jalankan software evasi0n. Yang harus diperhatikan sebelum melakukan untethered jailbreak adalah melakukan back-up semua data-data yang ada, karena kemungkinan data bisa hilang begitu saja.

Kelebihan untethered jailbreak (UJ) dari jailbreak biasa atau biasa disebut tethered jailbreak (TJ) adalah pengguna tidak perlu khawatir lagi bila iDevice-nya mati dan harus booting ulang dengan memerlukan koneksi komputer, seperti iPhone sebelum di-jailbreak.

Jika ingin segera men-untethered jailbreak iDevice kalian, coba langsung saja unduh software evasi0n di website officialnya ttp://evasi0n.com/ (MHZ/CW)

sumber : http://www.jeruknipis.com/read/2013/02/05/ios-6-sudah-bisa-di-untethered-jailbreak

iPhone 4 memory usage after quitting open apps

Your iPhone is a computer. To help keep it running smoothly, rebooting should be a regular part of your iPhone’s maintenance. When I did Mac desktop support, rebooting the computer fixed about half the problems. Seriously.

I originally wrote this post almost a year and a half ago. Since then, the iPhone 4S and iOS 5 were released (and we’re on the verge of iOS 5 and a new iPhone 5). After I originally posted this, there was some pretty heated debate here and on a few other blogs as to the effectiveness of quitting apps and rebooting your device. I still stand by my original assertion that quitting and rebooting should be a regular part your iPhone’s routine.

Find out how and why after the jump. >>>

 

The iPhone 4 and 4S — both the original AT&T model and the Verizon CDMA model — really needs more than just an occasion reboot. On any iPhone running iOS 4 or iOS 5, quitting all open apps will help free up even more memory on the device and help RAM-intensive apps run more stable. I recommend this for any iDevice — iPhone, iPad or iPod Touch.

iOS 4 introduced multitasking and background processes to the iPhone. Briefly, the iOS leaves apps without actually quitting them — they are “on pause” in the background. More and more apps are working — albeit slowly — in the background. To a point, the processes still use memory and CPU clock cycles. With a lot of apps on your phone, it’s easy to have 50 or more open apps in no time.

Before rebooting, I quit all of my open apps. To quit open apps, double-click the home button to show your recently accessed applications. Press and hold any of the icons. They’ll start shaking. Then just tap the red-circled minus buttons to quit each app. One tap of the home button stops the shaking. One more takes you back to your home screen.

I have read other bloggers who disagree with this, saying that apps “shut down” in the background after anywhere from 30 seconds to 10 minutes of non-use. Regardless, in my own experience, I almost always free up a significant amount of memory by quitting out of all apps. See the screenshots above. The left screenshot shows iPhone 4 memory usage with just six apps open. The screenshot on the right shows the device’s memory usage after quitting all open apps. Even more memory was recovered after rebooting the iPhone.

How to reboot your iPhone

To reboot any iPhone, hold the Sleep/Wake Button at the top right-hand corner of the iPhone for a few seconds and run the slider across the screen when it asks. When your iPhone shuts down, wait a few seconds and press the Sleep/Wake button to power it back up again. This will fix many problems preemptively.

Reboot your iPhone when normally rock-solid apps start crashing. Although the iPhone 4 is has much more memory than its predecessors, you should still quit and reboot on a regular basis, even if it isn’t acting up. For the most part, my iPhone just works and it’s easy not to think about it. It’s one of the reasons we love Apple products.

Inside, your iPhone is a computer and as you use it — opening and using apps — its runtime free memory (RAM) can become fragmented over time. Quitting apps and rebooting your iPhone flushes the memory and the fragmentation. Instantly, your apps have a lot more memory to play with (and photo apps can be memory hogs sometimes).

I try to reboot my iPhone at least once a week just to do it — basically, when I remember to. I quit all open apps and reboot when things start crashing on me. Quitting and rebooting helps keep stable apps stable and can help cranky apps behave a little better.

=M=

from : http://lifeinlofi.com/2012/07/30/why-you-need-to-reboot-your-iphone-ipad/

from :

Uchin Mahazaki
19 Juli 2011 19:37:41 WIB

Sedikit sharing dari saya yang mungkin pengujiannya sangat sangat tidak ilmiah dan tidak memenuhi kaidah kaidah fotografi yang baik dan benar.

Melihat sering munculnya pertanyaan/topik yang umumnya meminta masukan saat ingin membeli lensa :
1. 35mm atau 50mm ?
2. 50mm atau 85mm ?
3. 85mm atau 135mm ?
4. 135mm atau 200mm (70-200mm) ?

yang umumnya sering menjadi jawaban/masukan biasanya :
lensa yang lebih panjang fokalnya harus mundur mundur beberapa langkah,
misalnya 35mm vs 50mm biasanya dijawab kalau pakai 50mm harus mundur agar sama dengan 35mm yang bisa lebih dekat dengan subyek.

apakah kalau pakai 35mm memotret subyek yang sama dari jarak 2 meter hasilnya akan sama persis dengan memakai 50mm dari jarak yang lebih mundur ?

kebetulan ada lokasi yang di lantainya terdapat garis lurus, sehingga saya melakukan pengujian dengan memotret subyek yang sama dan proporsi badan yang sama (1/2 badan) menggunakan panjang fokal 35mm, 50mm, 85mm, 135mm dan 200mm.

tentunya dengan panjang fokal yang lebih tele saya harus mundur mundur untuk mendapatkan proporsi 1/2 badan dan untuk menghasilkan foto yang katanya sama dengan lensa yang lebih pendek panjang fokalnya.

lokasi :

0 0
0 0
0 0
0 0
0 0
kesimpulan :
proporsi 1/2 badan memang bisa didapatkan sama,
tapi semua foto sangat lah berbeda hasilnya tanpa melihat faktor kualitas blur pada latar belakang.luas lapang pandang pada latar belakang yang dihasilkan juga akan menyempit seiring bertambahnya panjang fokal,
belum lagi distorsi/bentuk tubuh dan wajah.

bagi saya panjang fokal 35mm, 50mm, 85mm, 135mm, 200mm maupun panjang fokal lainnya adalah “dunia yang berbeda” dan ada peruntukannya masing masing.
tidak bisa (bagi saya sih) diekivalenkan dengan harus maju mundur biar hasil fotonya sama.

sekian, mungkin apa yang selama ini saya pahami adalah keliru
semoga jika ada koreksi bisa memperbaikin kekeliruan saya.

salam,

sumber :
http://www.fotografer.net/forum/forum.view.php?id=3194479270